Memandangi langit yang hitam
Menatapi setiap bayangan
Menekuni malam-malam panjang diantara kerinduan,
bersama perempuan tercinta yang bukan milikku
tetapi aku tak tahu dia milik siapa.
Suatu ketika aku bertanya tentang cintanya yang masih tersisa
diamnya tak bisa ku mengerti
yang kutahu esoknya dia berbeda
masih adakah cintanya untukku...
atau ia sekedar serpihan kuntum bunga
seperti yang lainnya
mengharumkan dan memberi kesejukan sejenak
Kemudian, aku bermain bayang-bayang
jemari tangan dan sorot lampu belajar,
dalam dinding kamar, membentuk bayangan bayangan binatang
Aku bermain bayang-bayang karena aku takut kenyataan
Jam mahal tergelatak,
sorot lampu belajar masih terpaku diam,
kertas-kertas berserakan,
sebuah buku tulis terbuka,
diatasnya terbujur pena tumpul,
gelas kotor, piring kotor dan makanan basi,
satu lalat terbang kian kemari, menempel di sana sini.
Diluar senja telah lama pergi
Ditarik kereta mimpi,
diikat tangan dan kakinya hingga pagi.
Satu perempuan lagi telah pergi
menumpang kereta mimpi
Aku Patah Lagi
Label: Wahai Hati
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

0 komentar:
Posting Komentar